Animo Mom’s Day

Posted On Desember 22, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Animo hari ibu menjadi sebuah hal yang sangat lumrah setiap tanggal 22 Desember, diseluruh sudut penjuru dunia semua orang membicarakan dan mengagungkan sosok seorang ibu. Setiap anak hari ini memuja, mengistimewakannya,dan membahagiakannya hari ini. Peran, Tugas dan Tanggung Jawab ibu, diantaranya:
1. Manajer Keuangan
Ibu menjadi seorang yang handal dan piawai dalam mengatur keluar masuknya keuangan rumah tangga . Uang yang masuk harus bisa ditabung, dibelanjakan sesuai kebutuhan, membagikan pada seluruh anggota keluarga secara merata dan adil dan kalau bisa dishadaqohkan biar tambah rejekinya dari Tuhan.Nah kalo kejadian uang kas dalam rumah tangga ternyata kurang wah, nambah berat nih tugas ibu, harus bisa mengatur keuangan dengan tidak memperlihatkan krisis keuangan rumah tangga pada anak-anaknya. tapi terkadang anak-anak selalu rewel meminta uang lebih untuk jajan. Ibu harus bisa memberikan pengertian pada anaknya agar sang anak tak rewel bahkan ibu harus bisa memberikan jenis kegiatan kreativitas lain yang bisa dikerjakan selain jajan.
2. Pelayan Rumah Tangga
Mulai dari bangun tidur ibu sudah sibuk membersihkan rumah dan mempersiapkan semua kebutuhan anggota keluarganya, mulai dari ngebersihin kamar mandi biar nyaman waktu dipakai, nyiapin pakaian yang akan dipakai, sampai nyiapin masakan untuk sarapan semua anggota keluarga. Kalo diomongin kayaknya ga cape dan ga berat tugas ibu, tapi kalo udah dilakuin rasanya cape dan berat kalo kita jarang membantu pekerjaan ibu.
3. Psikiater or Dokter
Profesi tambahan ibu yang lainnya yaitu sebagai psikiater or dokter yang selalu merawat anggota keluarganya supaya selalu nyaman ketika berada dirumah dan berada dekat dengannya. kalo anaknya sakit yang sibuk ngurus,nyembuhin, dan membrikan semangat untuk sehat adalah ibu. Kalo suasana hati sedang tak tentu, gundah gulana, gelisah, Bete, kesel pasti yang jadi tempat curahan adalah ibu. Ibu selalu bisa ngebawa suasana hati anaknya menjadi lebih baik dari semula. Ibu juga seorang yang mempunyai kesabaran yang extra, big-mega extra dalam mengahadapi beraneka ragam sifat, kelakuan, dan kepribadian seluruh anggota keluarganya. Wauw, Ibu itu emang profesi yang keren yha? bahkan lebih keren dari profesi sebagai ayah.
4. Pendidik
Ibu selalu memberikan pendidikan yang kadang kita ga sadari. Pendidikan yang diberikannya memang tidak formal tapi, pendidikan yang dikasih ibu ga bisa didapet di tempat pendidikan formal. materi pendidikannya ga ngebosenin bahkan pendidikan bisa sampe terngiang-ngiang terus di ingatan kita. Keren ya jadi seorang mom itu…..(^_^)”..
nah, masih ada niatankah untuk bikin hati ibu sakit dan sedih dengan kelakuan kita yang kadang kita ga sadari menyakiti hatinya???Coba pikir ulang yah sebelum melakukan hal yang tidak baik itu….
thank’s for my mom, mom khayalan, dan mom yang selalu membuat ku istiqomah menjalankan perintah Tuhan….(n_n)”

Model Database & contoh kasus

Posted On Oktober 14, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Apa yang dimaksud dengan model data? Sebutkan dua jenis data model yang  Anda ketahui!

Model data adalah sekumpulan cara / peralatan / tool untuk mendeskripsikan data-data, hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi.

Ada dua model data, yaitu : Entity Relationship Diagram (ERD) dan model relasional. Keduanya menyediakan cara untuk mendeskripsikan perancangan basis data pada peringkat logika.

  • Model ERD atau Conceptual Data Model (CDM) : model yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi obyek-obyek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas itu.
  • Model Relasional atau Physical Data Model (PDM) : model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antara data-data tersebut. Setiap tabel mempunyai sejumlah kolom di mana setiap kolom memiliki nama yang unik.

Bangun sebuah ER-Diagram untuk perusahaan asuransi mobil yang costumer–costumernya masing-masing memiliki satu atau lebih mobil. Setiap mobil memiliki 0 sampai banyak catatan kecelakaan. Serta bangun tabel-tabel untuk ER-diagram!

ERD :

Contoh ERD

Tabel untuk ERD :

Contoh PDM

Jelaskan perbedaan antara weak entity dan strong entity!

  • Strong entity (entitas kuat) : entitas yang mandiri, yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Instansiasi entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik disebut identifier (sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain).
  • Weak entity (entitas lemah) : entitas yang keberadaannya sangat bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Entitas lemah tidak memiliki arti apa-apa dan tidak dikehendaki kehadirannya dalam diagram ER tanpa kehadiran entitas di mana mereka bergantung.

Entitas di mana entitas lemah bergantung dinamakan identifying owner. Entitas lemah tidak memiliki identifier sendiri. Secara umum, dalam diagram ER entitas lemah memiliki atribut yang berperan sebagai partial identifier (identifier yang berfungsi secara sebagian).

Jelaskan konsep dari agregasi dan berikan contoh yang memakai konsep ini!

Agregasi adalah suatu keadaan di mana suatu relasi hanya dapat direalisasikan setelah relasi yang lain ada terlebih dahulu. Relasi yang bertipe agregasi tidak dimungkinkan ada jika relasi yang menjadi prasyaratnya tidak terealisasi.

Contoh agregasi :

Sesungguhnya agregasi dapat dipandang sebagaimana relasi pada umumnya (yang menghubungkan 2 entitas). Karena relasi ini dibentuk dari relasi lain (relasi prasyarat) yang secara kronologis lebih dulu terbentuk, maka pengimplementasiannya juga harus dilakukan setelah relasi prasyarat tersebut terimplementasikan. Selanjutnya kita tinggal meninjau derajat relasi dari relasi agregasinya.

Jika terdapat kejadian sebagai berikut :

Bagaimana jika terdapat set entitas yang sama muncul beberapa kali dalam satu set ER-Diagram. Mengapa hal ini harus dihindari? Jelaskan!

  • Untuk menghindari redundancy
  • Menghemat penyimpanan (storage) data
  • Mengurangi efektifitas dan kecepatan akses
  • Untuk menghindari terjadinya asinkronisasi data pada saat diupdate

Desain sebuah generalisasi – spesialisasi hirarki untuk sebuah perusahaan kendaraan bermotor. Perusahaan menjual sepeda motor, passenger car, van, dan bis. Tentukan penempatan atribut Anda pada setiap level hirarki.

 PBD Modul 1 - Generalisasi Spesialisasi

Jelaskan perbedaan antara total constraint dan partial constraint!

  • Total constraint adalah constraint yang mana data dalam entitas yang memiliki constraint tersebut terhubung secara penuh ke dalam entitas dari relasinya.
  • Constraint partial adalah constraint yang mana data dalam entitas yang memiliki constraint  tersebut terhubung ke dalam entitas dari relasinya.

Apa yang Anda ketahui dari relasi-relasi berikut? Serta buatlah contoh kasus dari relasi-relasi di atas!

PBD Modul 1 - Relasi 1

Relasi satu :

  • Entity 1 to entity 2 : kardinalitas : one to many dengan detail minimal 0 dan maksimalnya banyak. Dependensi : entitas 1 dan entitas 2 tidak saling ketergantungan.
  • Entity 2 to entity 1 : kardinalitas : many to one dengan detail minimal 1 dan maksimalnya 1. Dependensi : entitas 1 dan entitas 2 tidak saling ketergantungan.

Contoh kasus :

PBD Modul 1 - Contoh relasi 1

Keterangan : tabel Pembeli dan Mobil dengan relasi membeli. Pembeli boleh tidak membeli mobil, tetapi juga boleh membeli banyak mobil. Satu mobil boleh tidak ada yang membeli, tapi seandainya ada yang membeli, maksimal hanya ada satu orang pembeli.

 PBD Modul 1 - Relasi 2

Relasi dua :

  • Entity 3 to entity 4 : kardinalitas : one to many dengan detail  minimal 0 maksimalnya banyak. Dependensi : entitas 3 dan entitas 4  tidak saling ketergantungan.
  • Entity 4 ke entity 3 : kardinalitas : many to one dengan detail minimal 1 maksimal 1. Dependensi : entitas 4 dan entitas 3 tidak saling ketergantungan.

Contoh kasus :

 PBD Modul 1 - Contoh relasi 2

Keterangan : tabel Dosen dan Mahasiswa dengan relasi perwalian. Satu dosen bisa mempunyai banyak mahasiswa wali, bisa pula tidak punya. Satu mahasiswa harus mempunyai satu dosen wali.

PBD Modul 1 - Relasi 3

Relasi tiga

  • Entity 5 to entity 6 dan Entity 6 to entity 5 : kardinalitas : one to one dengan detail  minimal 0 maksimalnya 1. Dependensi : entitas 5 dan entitas 6  tidak saling ketergantungan.

Contoh kasus :

PBD Modul 1 - Contoh relasi 3

Keterangan : tabel Cowok dan Cewek dengan relasi menikah. Cowok tidak harus menikah, tapi boleh menikah hanya dengan satu cewek. Cewek boleh tidak menikah, tapi boleh menikah hanya dengan satu cowok. Diasumsikan tidak diperbolehkan adanya poligami.

PBD Modul 1 - Relasi 4

Relasi empat

  • Entity 7 to entity 8 : kardinalitas : one to one dengan detail  minimal 0 maksimalnya 1. Dependensi : entitas 7 dan entitas 8  tidak saling ketergantungan.
  • Entity 8 ke entity 7 : kardinalitas : one to one dengan detail minimal 1 maksimal 1. Dependensi : entitas 8 dan entitas 7 tidak saling ketergantungan.

Contoh kasus :

PBD Modul 1 - Contoh relasi 4

Keterangan : tabel Pegawai dan Departemen dengan relasi mengepalai. Pegawai tidak harus mengepalai departemen, tetapi hanya boleh mengepalai satu departemen saja. Masing-masing departemen harus mempunyai satu orang atasan.

PBD Modul 1 - Relasi 5

Relasi lima

  • Entity 9 to entity 10 : kardinalitas : many to many dengan detail  minimal 0 maksimalnya banyak. Dependensi : entitas 9 dan entitas 10 tidak saling ketergantungan.
  • Entity 10 ke entity 9 : kardinalitas : many to many dengan detail minimal 1 maksimal banyak. Dependensi : entitas 10 dan entitas 9 tidak saling ketergantungan.

Contoh kasus :

PBD Modul 1 - Contoh relasi 5

Keterangan : tabel Mata Kuliah dan Mahasiswa dengan relasi diambil. Mata kuliah tidak harus diambil oleh mahasiswa, tapi boleh diambil oleh banyak mahasiswa. Satu mahasiswa minimal mengambil satu mata kuliah dan boleh mengambil banyak mata kuliah. Namun pada kenyataannya, relasi many to many akan dijadikan sebuah tabel baru.

PBD Modul 1 - Relasi 7

Relasi tujuh

  • Entity 13 to entity 14 : kardinalitas : one to many dengan detail  minimal 0 maksimalnya banyak. Dependensi : entitas 13  menjadi parent dari  entitas 14.
  • Entity14 ke entity 13 : kardinalitas : many to one dengan detail minimal 1 maksimal 1. Dependensi : entitas 14 tergantung kepada  entitas 13.

Contoh kasus :

PBD Modul 1 - Contoh relasi 7

Keterangan : tabel Customer dan Asuransi dengan relasi mempunyai. Customer boleh tidak mempunyai asuransi, dan boleh mempunyai banyak asuransi. Satu asuransi harus dimiliki oleh satu orang customer.

Sebutkan tahapan–tahapan normalisasi serta penjelasannya! Dan apa perbedaan  antara 1 NF dan BCNF?

Normalisasi adalah proses penyusunan data untuk mengurangi terjadinya duplikasi dan inkonsistensi.

  • First Normal Form (1NF) : tidak boleh ada kelompok yang berulang pada tabel, penguraian atribut multivalued dan composit.
  • Second Normal Form (2NF) : atribut bukan kunci tidak boleh bergantung pada sebagian primary key, artinya atribut bukan kunci harus bergantung pada semua atribut yang termasuk primary key –> functional dependency pada primary key.
  • Third Normal Form (3NF) : tidak boleh ada atribut bukan kunci yang bergantung pada atribut selain primary key.
  • Boyce-Codd Normal Form (BCNF) : atribut yang ditentukan bukan bagian dari key attribute.

Perbedaan antara tahap 1NF dengan tahap BCNF :

  • 1NF :  tahap normalisasi dasar, yang mana masih belum sampai pada tingkat efektifitas maksimal, masih banyak kemungkinan terjadinya redundancy data atau duplikasi data.
  • BCNF : tahap normalisasi setelah 3NF , yang mana efektifitas telah mencapai maksimal, kemungkinan terjadinya redundancy data dan duplikasi data lebih kecil daripada 1NF.

Referensi : http://blog.its.ac.id/dyah03tc/2007/10/05/modul-1-entity-relationship-diagram-erd/

 


Penggunaan Perintah Paragaraf,Font,Table,&Link

Posted On September 12, 2008

Disimpan dalam Materi Kuliah WEB, Uncategorized

Comments Dropped leave a response

 Struktur dasar HTML

HTML (Hypert Text Markup Language) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan halaman web. Dalam penggunaannya sebagian besar kode HTML tersebut harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu diawali dengan <namatag> dan diakhiri dengan </namatag> (terdapat tanda “/”).

Sebuah halaman web minimal mempunyai empat buat tag, yaitu :

<HTML> Sebagai tanda awal dokumen HTML.

<HEAD> Sebagai informasi page header. Di dalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.

<TITLE> Sebagai titel atau judul halaman. Kalimat yang terletak di dalam tag ini akan muncul pada bagian paling atas browser Anda (pada title bar).

Contoh :

<TITLE>Tips HTML — www.ums.ac.id</TITLE>

<BODY> Di dalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.

Atribut :
BGCOLOR, BACKGROUND, TEXT, LINK, VLINK, ALINK, LEFTMARGIN & TOPMARGIN.

Contoh :

<BODY bgcolor=”#000000 background=”images/logo.gif” text=”#FFFFFF” link=”#FF0000 vlink=”FFFF00 alink=”#0000FF”>

Sebuah contoh sederhana dokumen HTML :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Latihan Pertama
</TITLE>
</HEAD>
<BODY bgcolor=”#FFFFFF” background=”images/gambar1.gif” text=”#FF0000
> Letakkan text, images, dan link Anda di sini</BODY>
</HTML>

Pengaturan Teks

Untuk mendapatkan halaman web yang baik Anda harus melakukan pengaturan terhadap teks seperti memilih jenis dan ukuran huruf, perataan, dll. Tag-tag di bawah ini yang biasa digunakan dalam pengaturan teks :

Headers: <Hn>..</Hn> Digunakan untuk mengatur ukuran huruf pada header. “n” mempunyai nilai antara 1 – 6 atau antara <H1> sampai <H6>, dengan <H1> merupakan ukuran terbesar dan <H6> merupakan ukuran terkecil.

 

Contoh :

<H2>Tutorial Html</H2>

Hasilnya akan terlihat seperti :

Tutorial Html

Paragraph Baru: <P> Digunakan untuk pindah alinea atau paragraf. Tag ini bisa diberi akhiran </P> tapi juga bisa tidak diberi.

Line Break: <BR> Digunakan untuk pindah ke baris baru.

No Line Break: <NOBR> Bila digunakan tag ini maka teks yang panjang tidak secara otomatis pindah baris bawahnya bila baris pertama sudah terlalu panjang.

Font <FONT> Untuk mendefinisikan berbagai attribut FONT, yaitu : SIZE, FACE, COLOR.

SIZE: Ukuran font yang digunakan, berkisar antara 1 – 7 dengan 1 merupakan ukuran terkecil dan 7 merupakan ukuran terbesar.

FACE: Jenis atau nama font. Anda bisa memilih maksimal 3 jenis font yang masing-masing dipisahkan oleh koma. Bila terdapat spasi yang terletak pada nama font maka harus digunakan tanda garis bawah ( _ ). Dalam memilih jenis font ini harus dipertimbangkan apakah font yang kita gunakan pada halaman web kita nantinya akan terdapat pada komputer pengguna yang lain (pengakses web kita). Pendeknya kita tidak usah menggunakan font-font yang bentuknya aneh-aneh, gunakan saja font standar. Tapi bila Anda ingin menggunakan font yang sedikit “aneh” Anda bisa menggunakan graphic.

COLOR: Warna font, didefinisikan dengan menggunakan nilai RGB/HEX atau bisa juga langsung menggunakan nama warna (red misalnya).

Contoh :

<FONT SIZE=4 FACE=”Verdana, Arial, Helvetica” COLOR=”#FF0000>Contoh teks yang berwarna merah</FONT>

Hasilnya akan terlihat seperti :

Contoh teks yang berwarna merah

Contoh lainnya :

<FONT SIZE=2 FACE=”Times_New_Roman” COLOR=”#0066CC”>

Base Font: <BASEFONT> Digunakan untuk mendefinisikan “default text”. Attribut sama dengan attribut FONT. Tag FONT akan mengoverwrite setting pada BASEFONT.

Contoh :

<BASEFONT SIZE=2 FACE=”Arial,Helvetica” COLOR=”#FF0000>

Selain tag dan atribut di atas, masih terdapat lagi tag-tag yang berhubungan dengan pengaturan teks, yaitu :

Perhatian : Semua tag di bawah ini membutuhkan tap penutup.

<B> Bold text
<I> Italic text
<U> Underscore
<TT>
Typewriter
<S> Strikeout – draws a line through the text
<PRE> Preformatted Text <DFN> Definition
<BLINK> Text berkedip (lebih baik jangan digunakan)
<STRONG> Strong
<ADDRESS>

Italic


<CITE> Digunakan untuk quoting text
<CODE>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<SAMP> Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<KBD>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<BIG> Ukuran teks akan lebih besar satu ukuran
<SMALL> Ukuran teks akan lebih kecil satu ukuran
<SUP> Membuat tekssuperscript
<SUB> membuat tekssub script
<ABBREV> Abbreviations
<ACRONYM> Untuk akronim
<PERSON> Digunakan untuk indexing
<Q> Membuat short inline quotation
<VAR> Membuat variable name, selalu dalam italics. 

Tabel

Tabel sangat penting artinya dalam desain web. Karena dengan menggunakan tag table Anda dapat membuat halaman web “terbagi” pada beberapa kolom atau baris. Contohnya seperti pada halaman web yang sedang Anda baca ini.

Terdapat tiga tag atau elemen utama yang digunakan dalam pembuatan table : <TABLE>, <TR>, dan <TD>. Yang perlu diingat adalah bahwa tab <TR> dan <TD> harus terletak di antara tag <TABLE> dan </TABLE>

<TABLE>
Terdiri dari atribut :

  • align – perataan : rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
  • bgcolor – warna latar belakang (background) dari tabel.
  • border – ukuran lebar border tabel (dalam pixel).
  • cellpadding – jarak antara isi cell dengan batas cell (dalam pixel).
  • cellspacing – jarak antar cell (dalam pixel).
  • width – ukuran tabel dalam pixel atau percent.

Contoh :

<TABLE align=”center” bgcolor=”#0000FF” border=”2 cellpadding=”5 cellspacing=”2 width=”90%”>

<TR>
Tag ini digunakan untuk membuat baris baru (pada tabel). Terdiri dari atribut:

  • align – perataan : rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
  • bgcolor – warna latar belakang dari baris.
  • valign – perataan vertikal : top, middle atau bottom.

Contoh :

<TR align=”right” bgcolor=”#0000FF” valign=top>

<TD>
Tag ini digunakan untuk membuat kolom baru pada tabel.

  • align – perataan
  • background – image yang digunakan sebagai latar belakang dari kolom.
  • bgcolor – warna latar belakang
  • colspan – lihat gambar contoh
  • height – ukuran tinggi cell dalam pixels.
  • nowrap – membuat supaya isi dari kolom tetap berada pada satu baris.
  • rowspan – lihat gambar contoh
  • valign – perataan vertikal :top, middle atau bottom.
  • width – ukuran kolom dalam pixel atau percen.

Contoh :

<TD align=”right” background=”back.gif” bgcolor=”#0000FF” colspan=”3 height=”200 nowrap rowspan=”2 valign=”bottom” width=”300>

 

 

 

 

 

 

<table width=”100 border=”1 cellspacing=”2 cellpadding=”2>
<tr>
<td bgcolor=”#0000FF”> &nbsp;</td>
<td bgcolor=”#FFFF66
>&nbsp;</td>
<td rowspan=”2
bgcolor=”#FF3366>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”2
bgcolor=”#33CC66>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”3
bgcolor=”#FFCC99>&nbsp;</td>
</tr>
</table>

 

 

 

 

 

 

<table width=”100 border=”0 cellspacing=”0 cellpadding=”0>
<tr>
<td bgcolor=”#0000FF”>&nbsp; </td>
<td bgcolor=”#FFFF66
>&nbsp;</td>
<td rowspan=”2
bgcolor=”#FF3366>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”2
bgcolor=”#33CC66>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”3
bgcolor=”#FFCC99>&nbsp;</td>
</tr>
</table>

Perintah Header

Perintah Header digunakan untuk menampilkan Judul Bab atau Subbab darl isi dokumen.
Ukuran header biasanya lebih besar darl ukuran isi body dokumen. Namun, disediakan juga ukuran
kecil. HTML menyediakan hingga 6 (enam) ukuran header, mulai dari <HI>, <H2>, hingga <H6>.
Contoh :
<H1> Heading 1 </H1>
<H2> Heading 2 </H2>
<H3> Heading 3 </H3>

Perintah Ganti Paragraf

Seperti dikemukakan di awal, bahwa dokumen HTML akan secara otomatis pindah baris bila pada baris tersebut tidak mencukupi lagi. Bila suatu dokumen akan dibuat dalam paragraf atau alinea yang berbeda, maka diperlukan perintah pindah atau ganti paragrap, yaitu <P> (yang berarti paragraf) yang dituliskan pada akhir paragraf lama atau pada awal pragraf. Perintah <P> ini boleh tidak menggunakan tutup tag </P> seperti lazimnya.

Perintah Ganti Baris

Adakalanya sebuah dokumen akan pindah ke baris berikutnya, tetapi masih dalam satu paragraf atau alinea, maka perintah yang digunakan adalah <BR> yang berarti break. Perintah ini diberikan sesudah teks terakhir atau awal teks berikutnya.

Membuat Link (HREF)Kebanyakan anchor ditulis dalam bentuk <A HREF=”URL”>, dimana HREF berarti “Hypertext Reference”, dan URL adalah “The Uniform Resource Locator” yang Anda tuju (link). Sebagai contoh, alamat Web Server Unila adalah: http://www.unila.ac.id/. Sebuah kalimat yang berisi sebuah link ke alamat tersebut akan terlihat seperti ini:

<a href=”http://www.unila.ac.id”>Link1</a>

Membuat Garis Horizontal
Untuk mambuat garis horisontal anda dapat enggunakan tag <HR>, Tag ini adalah sangat aman karena dapat di set ukurannya sesuai dengan resolusi dari layar. Garis di bawah ini tidak akan menyebabkan persoalan pada semua resolusi layar monitor. Tempatkan tag ini di bagian BODY manapun pada dokumen HTML anda. Penggunaan tag ini tidak memerlukan tag penutup.
 

Referensi : http://dwianta.co.cc/

 

Pengertian TCP / IP dan DNS

Posted On September 9, 2008

Disimpan dalam Materi Kuliah WEB

Comments Dropped leave a response

Definisi TCP/IP, IP dan DNS 

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Sumber : http://liaunyoe.wordpress.com/pengertian-tcpip/

Definisi IP dan DNS

IP address (IP) adalah suatu penanda yang digunakan oleh sebuah mesin atau node agar orang dapat mengakses mesin atau node tersebut.
IP address ini terdiri dari angka-angka yang banyak namun agar dapat di ingat dengan mudah oleh manusia maka ip address ini di standarisasi dengan 4 angka yang di pisahkan oleh tanda titik (IPv4).
Bagi orang yang mengerti apa itu binary, setiap angka didalam format ip address merupakan 8 bit binary dari range 0-255 yang digunakan oleh 32 bit. Ip address ini juga dapat di analogikan atau di umpamakan sebagai kode pos dari sebuah alamat.

DNS (Domain Name Server) adalah sebuah server atau mesin yang bertugas seperti server atau mesin lainnya di dunia internet namun memiliki tugas yang lebih spesifik untuk mengatur domain name.
Tujuan dari DNS server ini adalah untuk mentranslasikan domain name (alamat di internet) ke dalam IP Address (kode pos).

Bagaimana DNS (Domain Name Server) bekerja ?

1. ISP atau Internet Service Provider yang anda gunakan harus mempunya sebuah DNS cache, DNS cache ini adalah daftar dari IP address yang telah di peroleh sebelumnya untuk berbagai macam nama domain. Jadi nama domain yang pernah di kunjungi tidak perlu di lookup atau di list ulang apabila tidak terjadi perubahan IP Address. Sebagai contoh apabila sebuah domain yang belum pernah di kunjungi akan di kunjungi oleh pengguna ISP tersebut maka DNS ISP tersebut akan melihat jenis domain apa yang akan di kunjungi kemudian DNS tersebut akan meminta informasi dari top level DNS yang tersebar di seluruh penjuru dunia untuk mendapatkan ip address yang berhubungan dengan domain yang di minta, kemudian top level DNS akan memberikan IP address yang berhubungan dengan extensi domain yang di butuhkan.

2. DNS ISP kemudian akan meminta informasi “name servers” yang berhubungan dengan nimhost.com dari mesin yang  memberikan informasi IP address (“.com” DNS) dan akan mengembalikan 2 sampai 7 “name servers” dimana mesin tersebut memiliki informasi tentang nimhost.com. Dari sini akan di terima beberapa name server yang digunakan oleh nimhost.com dan memiliki informasi tentang nimhost.com, yaitu “NSET128027.EARTH.ORDERBOX-DNS.COM 67.15.47.188″, “NSET128027.MARS.ORDERBOX-DNS.COM 66.249.5.122″, “NSET128027.MERCURY.ORDERBOX-DNS.COM 67.15.253.251″, “NSET128027.VENUS.ORDERBOX-DNS.COM 74.54.56.236″.

3. Diumpamakan yang pertama yang diterima yaitu “NSET128027.EARTH.ORDERBOX-DNS.COM 67.15.47.188″, maka DNS ISP akan meminta informasi “www” untuk nimhost.com dan mendapatkan ip address “64.85.162.53″. DNS ISP sekarang mengetahui mesin yang digunakan untuk melayani website www.nimhost.com.

4. Halaman web www.nimhost.com di minta dari mesin yang memiliki ip address 64.85.162.53 dan mesin tersebut menjawab dengan memberikan halaman yang di minta.

Referensi : http://nimhost.com/domain-name-ips-dan-dns/nimhost-definisi-domain-name-ips-dan-dns.html

Pengertian Internet

Posted On September 9, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

« pada: 20 Agustus 2007, 01:12:45 »

1.Apakah Internet itu?
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

2. Sejarah internet
Berikut sejarah kemunculan dan perkembangan internet.
Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

3. Manfaat internet

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet: 1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial. 2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.

Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

B. Web Site atau Situs
1.Pengertian Web Site atau Situs

Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan link-link.

2. Unsur-Unsur Web Site atau Situs

Untuk membangun situs diperlukan beberapa unsur yang harus ada agar situs dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Unsur-unsur yang harus ada dalam situs antara lain:

a. Domain Name Domain name atau biasa disebut nama domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah situs atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan situs kita pada dunia internet. Istilah yang umum digunakan adalah URL. Contoh sebuah URL adalah http://www.octa_haris.tripod.com–dapat juga tanpa www–
Ada banyak macam nama domain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan. Berikut beberapa nama domain yang sering digunakan dan tersedia di internet:

1. Generic Domains(gTLDs)

Merupakan domain name yang berakhiran
dengan .Com .Net .Org .Edu .Mil atau .Gov. Jenis domain ini sering juga disebut top level domain dan domain ini tidak berafiliasi berdasarkan negara, sehingga siapapun dapat mendaftar.
Ø.com : merupakan top level domain yang ditujukan untuk kebutuhan “commercial”.
Ø.edu : merupakan domain yang ditujukan untuk kebutuhan dunia pendidikan (education)
Ø.gov : merupakan domain untuk pemerintahan (government)
Ø.mil : merupakan domain untuk kebutuhan angkatan bersenjata (military)
Ø.org : domain untuk organisasi atau lembaga non profit (Organization).

2. Country-Specific Domains (ccTLDs)

Yaitu domain yang berkaitan dengan dua huruf ekstensi, dan sering juga disebut second level domain, seperti .id(Indonesia), .au(Australia), .jp(Jepang) dan lain lain. Domain ini dioperasikan dan di daftarkan dimasing negara. Di Indonesia, domain-domain ini berakhiran, .co.id, .ac.id, .go.id, .mil.id, .or.id, dan pada akhir-akhir ini ditambah dengan war.net.id, .mil.id, dan web.id. Penggunaan dari masing-masing akhiran tersebut berbeda tergantung pengguna dan pengunaannya, antara lain:
Ø.co.id : Untuk Badan Usaha yang mempunyai badan hukum sah
Ø.ac.id : Untuk Lembaga Pendidikan
Ø.go.id : Khusus untuk Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia
Ø.mil.id : Khusus untuk Lembaga Militer Republik Indonesia
Ø.or.id : Untuk segala macam organisasi yand tidak termasuk dalam kategori “ac.id”,”co.id”,”go.id”,”mil.id” dan lain
Ø.war.net.id : untuk industri warung internet di Indonesia
Ø.sch.id : khusus untuk Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan seperti SD, SMP dan atau SMU
Ø.web.id : Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di Worl Wide Web.
Nama domain dari tiap-tiap situs di seluruh dunia tidak ada yang sama sehingga tidak ada satupun situs yang akan dijumpai tertukar nama atau tertukar halaman situsnya. Untuk memperoleh nama dilakukan penyewaan domain, biasanya dalam jangka tertentu(tahunan).

b. Hosting
Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di situs. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam situs.
Hosting juga diperoleh dengan menyewa. Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran MB(Mega Byte) atau GB(Giga Byte).Lama penyewaan hosting rata-rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa web hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun Luar Negri.

c. Scripts/Bahasa Program
Adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam situs yang pada saat diakses. Jenis scripts sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah situs. Semakin banyak ragam scripts yang digunakan maka akan terlihat situs semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Bagusnya situs dapat terlihat dengan tanggapan pengunjung serta frekwensi kunjungan.
Beragam scripts saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas situs. Jenis jenis scripts yang banyak dipakai para designer antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java applets dsb. Bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan ASP dan lainnya merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs.
Scripts ASP, PHP, JSP atau lainnya bisa dibuat sendiri, bisa juga dibeli dari para penjual scripts yang biasanya berada di luar negri. Harga Scripts rata-rata sangat mahal karena sulitnya membuat, biasanya mencapai puluhan juta. Scripts ini biasanya digunakan untuk membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi, email, mailing list dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat. Khusus Jilbab Online menggunakan bahasa ASP(Active Server Pages).

d. Design Web
Setelah melakukan penyewaan domain dan hosting serta penguasaan scripts, unsur situs yang paling penting dan utama adalah design. Design web sangat menentukan kualitas dan keindahan situs. Design sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah web site.
Untuk membuat situs biasanya dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa web designer. Saat ini sangat banyak jasa web designer, terutama di kota-kota besar. Perlu diketahui bahwa kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas designer. Semakin banyak penguasaan web designer tentang beragam program/software pendukung pembuatan situs maka akan dihasilkan situs yang semakin berkualitas, demikian pula sebaliknya. Jasa web designer ini yang umumnya memerlukan biaya yang tertinggi dari seluruh biaya pembangunan situs dan semuanya itu tergantu ng kualitas designer.

e. Publikasi
Keberadaan situs tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi.
Publikasi situs di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pamlet-pamlet, selebaran, baliho dan lain sebagainya tapi cara ini bisa dikatakan masih kurang efektif dan sangat terbatas. cara yang biasanya dilakukan dan paling efektif dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui search engine-search engine(mesin pencari, spt : Yahoo, Google, Search Indonesia, dsb)
Cara publikasi di search engine ada yang gratis dan ada pula yang membayar. Yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama untuk bisa masuk dan dikenali di search engine terkenal seperti Yahoo atau Google. Cara efektif publikasi adalah dengan membayar, walaupun harus sedikit mengeluarkan akan tetapi situs cepat masuk ke search engine dan dikenal oleh pengunjung.

3. Pemeliharaan Web Site atau Situs

Untuk mendukung kelanjutan dari situs diperlukan pemeliharaan setiap waktu sesuai yang diinginkan seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar atau lain sebagainya. Tanpa pemeliharaan yang baik situs akan terkesan membosankan atau monoton juga akan segera ditinggal pengunjung.

Pemeliharaan situs dapat dilakukan per periode tertentu seperti tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan sekali secara rutin atau secara periodik saja tergantung kebutuhan(tidak rutin). Pemeliharaan rutin biasanya dipakai oleh situs-situs berita, penyedia artikel, organisasi atau lembaga pemerintah. Sedangkan pemeliharaan periodik bisanya untuk situs-situs pribadi, penjualan/e-commerce, dan lain sebagainya.

Sorry yang ini bukan tulisan asli saya cuman hasil copy-pate dari [link]http://www.google.co.id[/link]. Ya sapa tau az artikel ini bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi anda pada umumnnya yang pengen tau apakah arti Internet. Semoga bermanfaat…

Sumber : http://www.forum.indramayu-cc.org/index.php/topic,47.0.html

Perancangan Data Base

Posted On September 5, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

PERANCANGAN DATABASE

+———————————————–+

| Tugas Mata Kuliah Basis Data                |

| Teknik Informatika – Universitas Widyatama  |

+———————————————–+

|           PERANCANGAN DATABASE              |

+———————————————–+

  1. PENDAHULUAN

Pada tulisan ini akan dibahas tahap-tahap dalam perancangan database. Pada database yang

digunakan oleh single user atau hanya beberapa user saja, perancangan database tidak sulit.

Tetapi jika ukuran database yang sedang atau besar perancangan database akan menjadi sangat kompleks. Oleh karena itu para pemakai mengharapkan penggunaan database yang sedemikian rupa sehingga sistem harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan seluruh user tersebut. Tentunya agar kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat terlayani dengan baik maka harus dilakukan perancangan database yang baik pula, aktifitas-aktifitas apa saja yang dilakukan pada tahap tersebut.

  1. TUJUAN PERANCANGAN DATABASE
    • Untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi – aplikasinya.
    • Memudahkan pengertian struktur informasi.
    • Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storeage space).
  2. PROSES PERANCANGAN DATABASE

Proses perancangan database terdiri dari 6 tahap:

  1.  
    • Tahap 1, Pengumpulan data dan analisis
    • Tahap 2, Perancangan database secara konseptual
    • Tahap 3, Pemilihan DBMS
    • Tahap 4, Perancangan database secara logika (data model mapping)
    • Tahap 5, Perancangan database secara fisik
    • Tahap 6, Implementasi Sistem database

Secara khusus proses perancangan berisi 2 aktifitas paralel:

  1.  
    1. Aktifitas yang melibatkan perancangan dari isi data dan struktur database,
    2. Aktifitas mengenai perancangan pemrosesan database dan aplikasi-aplikasi perangkat lunak.

Di lain pihak, kita biasanya menentukan perancangan aplikasi-aplikasi database dengan mengarah kepada konstruksi skema database yang telah ditentukan selama aktifitas yang pertama.

6 tahapan diatas tadi tidak harus diproses berurutan. Pada tahap ke 1 merupakan kumpulan informasi yang berhubungan dengan penggunaan database. Tahap 6 merupakan implementasi database-nya.

Tahap 1 dan 6 kadang-kadang bukan merupakan bagian dari perancangan database. Sedangkan yang merupakan inti dari proses perancangan database adalah pada tahap 2, 4, 5.

  1.  
    • Tahap 1 – Pengumpulan data dan analisa
      Merupakan suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para user yang ada dan para useryang baru beserta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para user dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
      Berikut ini adalah aktifitas-aktifitas pengumpulan data dan analisa:

      1. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
      2. Peninjauan dokumentasi yang ada
      3. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
      4. Daftar pertanyaan dan wawancara
    • Tahap 2, Perancangan database secara konseptual
      Pada tahap ini akan dihasilkan conceptual schema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model seperti ER/EER model

selama tahap ini. Dalam conceptual schema, kita harus merinci aplikasi-aplikasi database yang diketahui dan transaksi-transaksi yang mungkin.

Tahap perancangan database secara konseptual mempunyai 2 aktifitas pararel:

  1.  
    •  
      1. Perancangan skema konseptual
        Menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database yang merupakan hasil dari tahap 1 dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS-independent model data tingkat tinggi seperti EER (Enhanced Entity Relationship) model.

Untuk menghasilkan skema tersebut dapat dihasilkan dengan penggabungan bermacam-macam kebutuhan user dan secara langsung membuat skema database atau dengan merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan tiap-tiap user dan kemudian menggabungkan skema-skema tersebut. Model data yang digunakan pada perancangan skema konseptual adalah DBMS-independent dan langkah selanjutnya adalah memilih DBMS untuk melakukan rancangan tersebut.

  1.  
    •  
      1. Perancangan transaksi
        Menguji aplikasi-aplikasi database dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini.

Kegunaan tahap ini yang diproses secara paralel bersama tahapp perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksi-transaksi database yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi database suatu saat dimana database tersebut dilaksanakan.

  1.  
    • Tahap 3, Pemilihan DBMS
      Pemilihan database ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya faktor teknik, ekonomi, dan politik organisasi.

Contoh faktor teknik:
Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical, dan lain-lain), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS, pemakai, dan lain-lain.

Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS :

  1.  
    •  
      1. Struktur data
        Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.
      2. Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem
        Jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
      3. Tersedianya layanan penjual
        Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
    • Tahap 4, Perancangan database secara logika (data model mapping)
      Tahap selanjutnya adalah membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih. Tahap ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada tahap 2. Pada tahap ini, skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada tahap 2 ke dalam model data dari model data dari DBMS yang dipilih pada tahap 3.

Pemetaan tersebut dapat diproses dalam 2 tingkat:

  1.  
    •  
      1. Pemetaan system-independent
        Pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal yang khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
      2. Penyesuain skema ke DBMS yang spesifik
        Mengatur skema yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih.

Hasil dari tahap ini memakai perintah-perintah DDL (Data Definition Language) dalam bahasa DBMS yang dipilih yang menentukan tingkat skema konseptual dan eksternal dari sistem database. Tetapi 10 dalam beberapa hal, perintah-perintah DDL memasukkan parameter-parameter rancangan fisik sehingga DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik telah lengkap.

Tahap ini dapat dimulai setelah pemilihan sebuah implementasi model data sambil menunggu DBMS yang spesifik yang akan dipilih. Contoh: jika memutuskan untuk menggunakan beberapa relational DBMS tetapi belum memutuskan suatu relasi yang utama. Rancangan dari skema eksternal untuk aplikasi-aplikasi yang spesifik seringkali sudah selesai selama proses ini.

  1.  
    • Tahap 5, Perancangan database secara fisik
      Perancangan database secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi.

Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).

Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan database secara fisik :

  1.  
    •  
      1. Response timeWaktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses database untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi. 

      2. Space utility
        Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file database dan struktur-struktur jalur akses.
      3. Transaction throughput
        Rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem database, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file database.
    • Tahap 6, Implementasi Sistem database
      Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem database. Perintah-perintah dalam DDL dan SDL(Storage Definition Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file database (yang kosong). Sekarang database tersebut dimuat (disatukan) dengan datanya.

Jika data harus dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang rutin mungkin diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke database yang baru. Transaksi-transaksi database sekarang harus dilaksanakan oleh para programmmer aplikasi.

Spesifikasi secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan kode program dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat transaksi-transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam database, maka tahap perancangan dan implementasi telah selesai, dan kemudian tahap operasional dari sistem database dimulai.

  1.  
    • PENUTUPAN

Jadi dalam merancang database ada 6 tahap. Dalam perancangan database ini penting sekali untuk dilakukan sebaik-baiknya agar menghasilkan sistem yang bagus.

  1.  
    • REFERENSI

 http://www.iwayan.powernet.or.id/Lecture/DBaseLanjut_S1/DBDESIGN.PDF

~ oleh ghanoz2480 di/pada Februari 26, 2008

 

Hello world!

Posted On September 4, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped one response

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!